SHOPPING CART

close

SEKOLAH LITERASI DAYAK-21

Catatan Kegiatan: Sabtu,  20 Februari 2021

Ruang kerja berukuran 8 x 6 meter yang biasanya sepi dan membosankan, hari ini terasa hangat dan meriah.  Empat orang mahasiswa mengambil keputusan menginvestasi waktu, tenaga dan pikiran mereka untuk mengikuti Sekolah Literasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Dayak-21.  Mereka berkomitmen  untuk bertemu setiap hari Sabtu dan Minggu selama 4 jam untuk belajar dan berdiskusi bagaimana menulis.

Kegiatan dibuka dengan perkenalan yaitu memperkenalkan nama diri dan buku yang disukai. Ika Lestari Simarmata dengan panggilan Ika memperkenalkan buku Tantang Jawab Suku Dayak karangan Fridolin Ukur (1971).   Buku ini sangat berkesan baginya karena membawa dirinya mengenal  tentang kebudayaan Dayak.  Deo Mesakh Jarau Matudi atau Deo memperkenalkan buku Personality Plus: Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Anda Sendiri karangan Florence Littauer (1996). Dari buku ini ia belajar ada empat kepribadian manusia yaitu sanguinis, plegmatis, koleris, dan  melankolis. Gutrado Balojones atau Rado memperkenalkan buku Teologi Agama-Agama karangan Martina Novalina (2019).  Dari buku itu ia belajar tentang model-model hubungan antar agama yaitu inklusivisme, eksklusivisme dan pluralisme. Angga Kristiawan Mahin atau Angga memperkenalkan buku novel Bumi, Bulan, Matahari karangan Tere Liye (2014, 2015, 2016).

Setelah itu penyampaian harapan atau motivasi mengikuti kegiatan ini. Ika dengan motivasi ingin mendapatkan sesuatu yang BERGUNA bagi pengembangan kapasitas dirinya.  Rado ingin mencari PENGALAMAN. Deo ingin mendapat pengetahuan sehingga bisa melakukan KEBAIKAN, sedangkan Angga ingin mendapat pengetahuan yang BARU.

 

Selanjutnya dibicarakan tentang KONTRAK BELAJAR tentang apa saja yang HARUS dilakukan selama proses belajar.

  1. Semua peserta harus bicara dan mengeluarkan pendapat. Semua yang pendapat yang disampaikan wajib didengar dan dihargai. Tidak ada penghakiman dan penilaian; “Benar atau Salah”.
  2. Semua peserta harus belajar dalam artian berproses tahap demi tahap dengan cara mendengar dan berdiskusi.
  3. Semua peserta harus mengerjakan semua tugas-tugas atau latihan-latihan yang diberikan.
  4. Semua peserta harus mendapatkan sesuatu yang baru, tidak lagi memakai hal yang lama, mengalami perubahan. Konsep yang dipakai adalah 3B yaitu Belajar Berarti Berubah.  Perubahan muncul dari proses belajar.

Berikutnya disampaikan informasi tentang LATAR BELAKANG kegiatan bahwa ini merupakan program tahunan dari Lembaga  Studi Dayak-21 dengan tujuan untuk membangun individu-individu agar dapat menjadi:

  1. Subyek yang berpengetahuan yang mampu mengembangkan berbagai strategi dan pendekatan untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera,mandiri, dan bermartabat.
  2. Subyek yang terlibat aktif dalam proses pendidikan dan pencerdasan diri mereka sendiri, sehingga mereka menemukan sendiri potensi diri dan menjadi subyek mandiri.
  3. Subyek yang mampu melakukan berbagai aksi kreatif dan inovatif sehingga mereka menjadi masyarakat adat dan komunitas lokal yang berdaya untuk mengelola sumber daya dan kesempatan yang mereka  miliki untuk hidup secara adil, damai, harmoni dan berkelanjutan

Di dalam ruangan yang berhadapan dengan hutan semak belukar para peserta Sekolah Literasi dengan aktif berdiskusi. Sementara dari kejauhan, tepatnya dari ujung jalan terdengar bunyi gong kecil yang dibunyikan oleh pedagang es krim keliling. Juga dari arah rimbunnya pepohonan terdengar bunyi kicau burung dan serangga hutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyimak paparan tentang KENAPA MENULIS  ? Bahwa menulis adalah proses BEKERJA UNTUK KEABADIAN. Pada sisi lain MENULIS ADALAH PERLAWANAN yaitu dengan menulis kita dapat mendatangkan perubahan kehidupan yang lebih baik.   Dari materi ini diharapkan para peserta  dapat membangunkan, menghidupkan, membangkitkan, menggelorakan   semangat, roh, spirit atau jiwa untuk menulis (passion).  Bagian ini berlangsung hingga pukul 15:30 WIB.

Setelah istirahat minum teh kurang lebih 30 menit, kegiatan dilanjutkan dengan materi BAGAIMANA MENULIS 01 yang mendorong para peserta untuk:

  1. TULIS apa yang kamu ketahui saja dulu
  2. TULIS apa saja yang kamu pikirkan
  3. TULIS apa yang kamu lihat dengan mata
  4. TULIS apa yang kamu dengar dengan telinga (suara-suara)
  5. TULIS apa yang rasakan dengan alat peraba (kasar, halus, licin)
  6. TULIS apa yang kamu cicipi dengan lidah
  7. TULIS aroma apa yang kamu cium

Para peserta kemudian diminta untuk menggunakan waktu sekitar 15 menit untuk praktik menulis tentang ruangan tempat mereka berkumpul sekarang berdasarkan pada tujuh pertanyaan di atas.

Setelah praktik menulis, para peserta diminta membacakan hasil tulisannya yang kemudian dikomentari oleh mentor.  Dari proses yang dilakukan didapat kesimpulan bahwa MENULIS adalah proses menceritakan, mengisahkan, menarasikan, atau menuturkan tentang sesuatu (thing/things) yang kita ketahui, yang kita pikirkan dengan menggunakan panca indra kita (mata, hidung, lidah, kulit, dan telinga).

Untuk memantapkan proses latihan, sebagai pekerjaan rumah  para peserta ditugaskan untuk:

  1. Memperbaiki atau menyempurnakan tulisan tentang ruang belajar yang sudah dibuat.
  2. Membuat tulisan kecil tentang diri sendiri sejumlah 300 kata (minimal), dengan panduan pertanyaan:
    • Apa yang kamu ketahui tentang dirimu?
    • Apa yang kamu rasakan tentang dirimu ?
    • Apa yang kamu pikirkan tentang dirimu ?

Dua tugas tersebut dikumpulkan pada pertemuan berikutnya yaitu Minggu, 21 Februari 2021 paling lambat pukul 12:00 WIB melalui WAG Sekolah Literasi Dayak-21.

Untuk perbaikan proses pertemuan selanjutnya dilakukan evaluasi dari para peserta dan mentor.

Ika mendapat hal yang baru yaitu ternyata menulis itu asyik dan menyenangkan. Kesan pertamanya pelatihan ini bersifat formal dan kaku, ternyata hangat, cair dan menyenangkan. Deo mendapatkan hal yang baru yaitu menulis dengan menggunakan panca indra.   Rado menyatakan ia menjadi lebih tertantang danbersemangat untuk menulis, ternyata menulis itu asyik. Angga mendapatkan keberanian dan tidak ragu lagi menyampaikan pendapat dan  berdiskusi. Dari mentor disampaikan apresiasi karena semua peserta datang tepat waktu dan aktif berproses dalam setiap tahap kegiatan.  Saran perbaikan agar pada pertemuan selanjutnya disediakan air putih.

Kegiatan berakhir pada pukul 17:00 WIB. Saat matahari semakin tenggelam di ufuk Barat [*MM*].

Tags:

0 thoughts on “SEKOLAH LITERASI DAYAK-21

Leave a Reply

Your email address will not be published.