SHOPPING CART

close

RAMU-RAKAS: KENCENG

Kenceng atau kuali atau periuk nasi adalah alat memasak utama yang harus ada dalam dapur keluarga Dayak. Hampir semua orang Dayak Ngaju kalau ditanya, “Apa saja peralatan memasak mereka? (“ramu-rakas barapi-manjuhu”) pasti “kenceng” tak ketinggalan disebut. Hal itu terjadi karena kenceng adalah alat menanak nasi yang adalah makanan utama mereka.

Untuk masa kini, umumnya kenceng terbuat dari dari aluminium. Pada zaman dahulu orang Dayak mengenal kenceng yang terbuat dari kuningan atau tembaga yang mereka sebut dengan “kabali.” Mungkin “kabali” merupakan peralatan memasak termewah pada waktu itu sehingga menjadi simbol atas keberadaan (eksistensi) satu keluarga. Seseorang tidak dianggap sudah berkeluarga kalau tidak memiliki alat memasak nasi yang disebut “kabali” ini.

Bila ada pasangan baru menikah mereka diharuskan memasak nasi sendiri dan mempunyai periuk nasi sendiri. Mereka diharapkan tidak lagi bergabung dengan periuk nasi orang tua, walaupun mereka masih tinggal satu rumah. Karena itu seseorang yang menikah disebut dengan “kawin manampa kabali-baluh kabuat,” yang artinya; “kawin memiliki periuk nasi sendiri, memiliki keluarga sendiri” (Hardeland 1859).

Kata “kabali” disandingkan dengan kata, “baluh”. Saya memperkirakan kata ‘baluh” menunjuk pada dua hal, pertama peralatan dapur yang lain yaitu “baluh asip” atau kulit labu putih yang sudah tua dan dikeringkan yang dipakai untuk mengambil air (masip) menjadi semacam ember. Kedua, merujuk pada bentuk kuali yang agak mirip dengan bentuk labu.

Kabali juga menjadi sebutan untung pasangan hidup dari seorang suami atau istri, juga sebutan untuk keluarga. Hal itu berlaku hingga masa kini. Orang Dayak Ngaju akan menyebut istri atau suaminya sebagai “Kabalingku” yang secara literal artinya “Periuk Nasiku” [*MM*]

Tags:

0 thoughts on “RAMU-RAKAS: KENCENG

Leave a Reply

Your email address will not be published.